Tips Lolos Beasiswa dan Diterima di Kampus Top Dunia

“Lolos Beasiswa dan Diterima di Kampus Top Dunia?

Gimana sih Caranya?”

Hi, Member!

Perkenalkan, nama saya Dwiansari Ramadhani, biasa dipanggil chef Sari atau miss Sari. Saya menjadi tutor di English Cafe sejak bulan Januari 2015 dan Insha Allah akan memulai kuliah S2 saya di University of Melbourne, Australia jurusan Applied Linguistics. Wish me luck, guys!

Seiring berjalannya waktu dari mulai lolos beasiswa, diterima di kampus impian, pelatihan, sampai detik-detik berangkat studi, saya sering sekali menerima pertanyaan seperti ‘Ih keren banget! Gimana sih caranya?’, ‘Tipsnya apa? Bagi doong.’ dan pertanyaan-pertanyaan lain serupa, baik dari murid maupun kawan. First of all, tips paling mudah yang perlu dilakukan adalah: DAFTAR! Sounds easy, right? Well, I’m not kidding, guys. Mau sehebat dan sepintar apapun kita, kalau belum daftar, tidak akan diterima kan?

Ketika kita sudah memiliki niat yang kuat, barulah kita siapkan segala langkah yang harus dilalui untuk mendaftar baik beasiswa maupun universitas. Berikut adalah tips sederhana namun sering diabaikan karena saking sepelenya, padahal penting. Tips ini sangat general, semoga lain waktu diberikan kesempatan untuk menulis lebih spesifik lagi.

  1. Check dengan Detail Setiap Persyaratannya

Masing-masing lembaga pemberi beasiswa memiliki persyaratan berbeda, ada yang mewajibkan si pelamar memiliki IELTS 6.5, 6.0, bahkan ada yang tidak perlu IELTS seperti KGSP (Korean Government Scholarship Program). Ada yang mewajibkan si pelamar harus sudah mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) dari kampus tujuan dan ada juga yang tidak. Oleh karena itu, pahami betul detail persyaratan dan juga batas waktu yang diberikan, sehingga kita bisa tahu persis apa yang harus kita lakukan dan kapan memulainya. Jangan sampai, ketika misalnya lembaga pemberi beasiswa mensyaratkan IPK minimal 3.30 tapi kamu nekat mendaftar dengan IPK 3.10. Otomatis, kamu akan didiskualifikasi dari awal, bukan? Carilah beasiswa lain yang mensyaratkan IPK minimal dibawah kamu, misal 3.00. Banyak sekali pemberi beasiswa yang hanya mensyaratkan pelamar minimal ber-IPK 3.00 karena mereka tidak hanya melihat faktor akademis tapi juga non-akademis seperti pengalaman kerja dan organisasi.

Sama halnya ketika kamu berburu kampus impian, pahami betul apakah kamu harus membuat motivation letter (tidak semua kampus mewajibkan), berapa surat rekomendasi yang dibutuhkan, apa persyaratan bahasanya, dll. Jangan men-generalisir semua kampus sehingga kamu hanya mempersiapkan satu berkas yang sama untuk semua kampus.

  1. Persiapkan Persyaratan Bahasa (IELTS, TOEFL iBT, dan yang lainnya)

Bagi yang belum paham apa perbedaan IELTS, TOEFL iBT, dan ITP, silahkan cari tahu dulu ya apa perbedaan semua tes tersebut. Semua English speaking countries seperti Inggris, USA, Australia, New Zealand, Kanada, pasti mewajibkan sertifikat bahasa yang diakui yaitu IELTS/TOEFL iBT. Sebagian besar kampus memperbolehkan pelamar menggunakan IELTS/TOEFL iBT sebagai persyaratan bahasa, namun ada beberapa yang hanya menerima salah satunya saja. Beberapa kampus di USA misalnya, hanya menerima TOEFL iBT. Sudah dipastikan TOEFL ITP tidak akan diterima di negara-negara tersebut, atau kalau kamu ingin kuliah di non-English speaking countries misal Korea, Jepang, Cina, Jerman, Perancis, Arab, pahami dulu apakah kamu harus memiliki sertifikat TOPIK, JLPT, TOAFL, dsb.

Masing-masing universitas juga memiliki persyaratan berbeda, tergantung jurusannya. Misalnya di University of Melbourne, minimal skor IELTS untuk jurusan Applied Linguistics adalah 6.5 namun untuk TESOL adalah 7.0. Masing-masing jurusan pun tidak selalu mensyaratkan skor yang sama, tergantung kampusnya. Untuk jurusan Applied Linguistics, misalnya di University of Sydney mewajibkan skor minimal 7.0 sedangkan di University of Oxford skor minimal adalah 7.5. So, pastikan dulu apa kampus dan jurusan yang ingin kamu tuju ya!

  1. Pahami Kampus dan Jurusan Tujuan

Setiap mendaftar beasiswa apapun, pasti akan ditanya alasan mengapa kamu ingin belajar di kampus A kenapa bukan B dan kenapa di jurusan C kenapa bukan D. Pastikan alasannya jangan seperti, “Karena dari kecil saya ingin sekali ke Jepang: lihat salju dan melihat langsung Gunung Fuji”, bisa dipastikan kamu akan ditolak hehe. Lakukan riset sebanyak-banyaknya tentang jurusan yang kamu minati, dimanakah jurusan tersebut menjadi ‘primadona’ dan dimanakah penelitan yang paling maju dan lengkap tentang jurusan yang kamu tuju, siapa professor yang ingin sekali kamu temui dan belajar darinya. Alasan-alasan akademis seperti itulah yang akan diterima. Ingat sekali lagi, tujuanmu adalah belajar, bukan jalan-jalan. Setelah tahu kampus mana yang akan dituju, pahami betul detail persyaratan yang harus dilengkapi ketika mendaftar, seperti poin nomor 1.

  1. Bentuk Hubungan Baik dengan Dosen

Hampir semua lembaga penerima beasiswa dan kampus di dunia meminta surat rekomendasi dari dosen S1 sebagai persyaratan pendaftaran. Hal ini untuk mengetahui sifat dan sikap calon penerima beasiswa saat menjadi mahasiswa, apakah layak menjadi kandidat dan apakah cukup siap melanjutkan kuliah S2 yang tentunya tidak mudah. Mintalah surat rekomendasi dari dosen yang paham betul ketika dulu kamu kuliah, misalnya dosen pembimbing skripsi, pembimbing akademik, atau dosen yang sering bekerja sama denganmu misal di seminar, penelitian, atau organisasi kampus. Jangan malu untuk meminta. Bahkan kadang kamu hanya disuruh menulis sendiri, nantinya si dosen hanya akan melihat dan tanda tangan.

  1. Jangan Sombong! Konsultasikan Esai-mu

Daftar scholarship maupun sekolah, pasti kamu akan diminta menulis essay baik motivation letter, personal letter, study plan, ataupun essay dengan guideline tertentu. Tentu saja untuk studi di luar negeri, esai tersebut harus dalam bahasa inggris. Konsultasikan esai-mu kepada orang yang lebih tahu dan lebih berpengalaman dalam membuat esai, baik dari segi isi maupun tata bahasa. Pendapat dari teman, senior, atau dosen sangatlah penting. Bisa jadi ketika kamu menulis, kamu tidak sadar bahwa kamu kurang suatu poin yang justru sangat penting untuk dituliskan. Revisi beberapa kali itu sangat wajar, tapi ingat, tidak ada esai yang benar-benar sempurna. Jangan sampai kamu tidak jadi mendaftar beasiswa atau kuliah hanya karena kurang pede dengan hasil tulisanmu. Yakinlah dengan esai-mu: nothing’s really perfect.

  1. Berdoa

Do not forget that the mightiest mightiness comes from your God. Setelah kamu berusaha dengan maksimal, serahkan semuanya kepada Tuhan. Berdoalah semaksimal mungkin, dan jangan lupa juga minta doa restu kepada orang tua, terutama Ibu. Do not understimate the power of mother’s prayer. Setelah usaha dan doa sudah kamu lakukan, Insha Allah kamu akan mendapatkan apa yang memang ditakdirkan untukmu  di waktu yang tepat.

*artikel di atas adalah gambaran umum tentang proses pendaftaran studi ke luar negeri dan beasiswa. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang IELTS, study lanjut, maupun beasiswa khususnya LPDP, silakan email ke rdwiansari@gmail.com .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan biaya serta info promo hari langsung menghubungi staff admin English Cafe dengan mengklik icon WhatsApp atau Admin English Cafe di bawah ini

Kirim Pesan